Selasa, 11 Desember 2012

perbedaan anak kampung dengan anak kota


Apa yang membedakan seseorang disebut "anak kampung" dan "anak kota"? Kalau masalah tempat, tentu orang yang tinggal di Jakarta semuanya akan jadi anak kota, tapi toh di Jakarta juga ada yang disebut anak kampung.
bapak aku  pernah mengingatkan begini: "Kalau kamu dengar Amerika, jangan silau dengan itu! Karena di Amerika sendiri, banyak orang melarat dan miskin." Perkampungan orang miskin, juga ada di tanah-nya Paman Sam. Jadi, kalau ada yang ngaku dari Amerika, baiknya kita tidak silau dulu, karena bisa saja Amerika-nya yang di pinggiran, atau dalam ketegori "rakyat jelata" atau dalam bahasa lainnya "kaum miskin kota."
Masalah kampung dan kota adalah persoalan tempat. Tapi, kalau didalami lagi, masalah kita bukan di tempat. Tapi, pada PEMIKIRAN. Ada orang yang tinggal di kota, tapi pemikirannya malah tidak kota. Tapi, juga ada yang tinggal di daerah--sebutlah dengan kata "kampung"--tapi pemikirannya lebih brilian dan progressif. Apalagi, jaman informasi yang sekarang begitu cepat, akses tidak hanya dimiliki oleh yang tinggal di kota.
Coba bayangkan: kalau seseorang di Jakarta, tapi kalau ONLINE, dia hanya maen MAFIA WARS, atau POKER saban hari? Apakah akan berkembang pemikirannya?
Sedangkan, mereka yang tinggal di daerah, tapi kalau sekali ONLINE, dia buka situs-situs penting yang jadi rujukan banyak orang, maka pasti dia lebih berkembang kan?
Berarti, masalah kota dan kampung, ada pada tataran pemikiran, bukan tempat.
***
Kampung dan Kota. "Kampungan banget si lo!" Nah, ini pasti kita sering denger. Kalau ada yang gak disukai, ada saja yang bilang temannya itu : kampungan. Kalau ada yang ke mall pake songkok haji/kopiah, mungkin ada yang bilang, "tuh orang, kampungan banget deh!" Padahal, urusan ke mall itu gak ada urusannya dengan kopiah atau tidak. Kalau ada yg mau pake kopiah, bahkan berjenggot dengan jubah juga tidak ada masalah.
Jadi, so, idzan, perihal seorang itu kampung atau tidak, itu tidak masalah. Tempat tinggal yang enak, adalah di kampung. Yang gak baeknya adalah perilaku yang "kampungan", yang bisa menimpa orang-orang dari kampung, bahkan yang dikota yang meneriakkan bahwa ide-ide kota.***

by: taufik ari candra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar